FST, Dorong Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Outcome

UYRnews – “Saat ini, perguruan tinggi di Indonesia tengah menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan yang ketat”

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas YPPI Rembang (UYR) mengadakan kajian Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) dan penguatan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) pada hari Jum’at (3/5/2024). Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh program studi di FST UYR. OBE atau Pendidikan Berbasis Luaran adalah paradigma di mana pembelajaran dan penilaian/evaluasi secara eksplisit dirancang untuk memastikan pencapaian dan penguasaan hasil belajar yang telah ditentukan. Hal ini berarti pengelola pendidikan harus memfokuskan dan mengatur segala sesuatu yang ada di dalam sistem pendidikan dan hal-hal yang penting bagi semua mahasiswa sehingga berhasil di akhir pengalaman belajar mereka. Dengan adanya paradigma baru ini, FST meminta semua program studi melakukan evaluasi dan memperbaiki kurikulumnya masing-masing.

Warek Rektor 1 UYR Ahmad Aviv Mahmudi yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dunia pendidikan erat kaitannya dengan kurikulum, penerapan kurikulum dilakukan oleh semua instansi. Pendidikan yang berada pada naungan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang mengatur kebijakan mengenai kurikulum dalam hal penetapan, pelaksanaan, evaluasi, peningkatan dan pengendalian. “Saat ini, perguruan tinggi di Indonesia tengah menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan yang ketat. Kemajuan teknologi dan transformasi revolusi industri 4.0 berlangsung sangat cepat. Perguruan tinggi dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi dalam skala global” ujarnya dalam sambutan. Lebih lanjut Warek 1 menyampaikan bahwa kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education/OBE) menjadi keniscayaan bagi perguruan tinggi di Indonesia, tak terkecuali bagi UYR. Dengan OBE, proses pembelajaran berfokus pada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang diharapkan dari mahasiswa setelah menyelesaikan suatu mata kuliah, semester, atau program studi. “Capaian pembelajaran dalam permendikbudristek yang baru nomor 53 tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu mencakup empat aspek, yaitu 1. Aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, 2. Kecakapan umum, 3. keterampilan di dunia kerja, dan 4. Pembelajaran sepanjang hayat (long life learning). Capaian pembelajaran ini sedikit berbeda dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebutkan bahwa CP Perguruan Tinggi harus mencakup: sikap, pengetahuan, dan keterampilan umum dan keterampilan khusus” tandas Warek 1.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas YPPI Rembang Siti Alliyah SE., M.Si memaparkan bahwa salah satu hasil dari implementasi kurikulum di perguruan tinggi yang menerapkan kurikulum berjalan tentunya ada evaluasi mengenai keterkaitan kurikulum dengan situasi yang meliputi sumber daya manusia, kebutuhan pengguna dan industri sebagai ladang mahasiswa mengimplementasikan keilmuannya. Jika pada pelaksanaannya ditemukan kekurangan dan perlu perubahan maka akan dilakukan pengembangan kurikulum secara berkesinambungan untuk proses peningkatan dan pengendalian. Proses perubahan dan pengembangan tersebut dilakukan secara berkala dalam kurun waktu empat atau lima tahun dengan melibatkan semua aspek pendukung baik internal maupun eksternal. ”Kami berharap masing-masing program studi dapat mendorong peran aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menerima transfer pengetahuan dari dosen, tapi aktif membangun pemahamannya sendiri untuk mencapai kompetensi yang ditargetkan” tegasnya. Lebih jauh, proses pembelajaran berbasis Outcome di perguruan tinggi akan menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global, sebagai mana visi Universitas YPPI Rembang. Lulusan yang mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat dan bangsa dengan ilmu dan teknologi terkini, tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan, ilmu dan amal

Syakur, M.Kom selaku ketua program studi Sistem Informasi  menyampaikan bahwa saaat ini program studi Sistem Informasi sudah mulai menerapkan capaian-capaian outcome pembelajaran diantaranya artikel ilmiah nasional atau internasional, HKI “kami berharap hasil proses perkuliahan menghasilkan luaran sejalan dengan Indek Kinerja Utama perguruan tinggi sehingga kedepan mengahsilakn lulusan dengan kemampuan/pemenuhan nilai, pengetahuan dan skill yang relevan dengan pengguna dan mampu menunjukan kemampuannya sesuai harapan” ungkapnya. Sementara itu Windya Harieska, M.Mat, Kaprodi Statistika berharap keilmuan yang berpola Integrasi ditumbuh kembangkan sehingga ciri keilmuan integrasi ini sebagai bentuk ciri pembeda yang diakomodir dalam kurikulum, sehingga menjadi daya tarik nantinya bagi stakeholders yang tidak ditawarkan oleh peguruan tinggi umum yang ada. Semoga !!!. (Humas-UYR)